Al-Qur'an Al-Kariim, Kitab Allah yang Penuh Barakah
Al-Qur'an Kitab yang dibarakahi
Barakah menurut syari'at adalah tetap dan langgengnya kebaikan, serta banyak dan berlimpahnya kebaikan tersebut. Kebaikan yang dimaksud bisa meliputi kebaikan agamawi atau kebaikan duniawi atau keduanya sekaligus. Diantara kebarakahan yang meliputi agamawi dan duniawi salah satunya adalah Al-Qur'an.
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ﴿٢٩﴾
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan barakah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(Q.S. Shaad: 29)
“Kitab yang dibarakahi”--sebagaimana disebutkan dalam kitab Tafsiir ar-Razi, maksudnya banyak kebaikannya dan langgeng kebarakahannya, yang memberikan kabar gembira dalam bentuk pahala dan ampunan, serta melarang berbuat keburukan dan maksiat.
Sementara Ibnu al-Qayyim berkata: “Al-Qur'an lebih berhak untuk menyandang nama mubaarak (sesuatu yang dibarakahi) daripada nama lain apa pun, karena berlimpahnya kebaikan dan manfaatnya, serta aspek-aspek kebarakahan di dalamnya.”
Keutamaan-keutamaan al-Qur'an
Keutamaan-keutamaan al-Qur'an sangatlah banyak, baik dalam hal agamawi maupun duniawi. Diantara keutamaan-keutamaan itu antara lain.
1. Kalam Allah yang hakiki
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ....﴿٦﴾
Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar kalam Allah, …. (Q.S. at-Taubah: 6)
2. Datang membawa kebenaran dan mengajak kepadanya
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ﴿١٠٨﴾
Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu". (Q.S. Yunus:108)
3. Pembeda antara yang haq dan yang bathil
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا﴿١﴾
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Q.S. Al-Furqaan:1)
4. Petunjuk yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ﴿٩٧﴾
Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Baqarah: 97)
Fakhruddin ar-Razi, pernah berkata: “Telah menjadi sunatullah bahwa orang yang mengkaji al-Qur'an dan berpegang teguh dengannya akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan kebahagian di akhirat. Aku sendiri telah mengkaji beraneka ragam ilmu pengetahuan yang bersifat naqli dan 'aqli, namun semua itu tidak menghasilkan kebahagiaan dalam agama dan dunia seperti yang aku peroleh lantaran mengkaji ilmu tafsir.”
5. Menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, baik duniawi maupun ukhrawi
... وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ.
... Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Q.S. an-nahl: 89)
Di dalam al-Qur'an terkandung berbagai penjelasan mengenai Allah Swt, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya. Juga tentang dasar-dasar 'aqidah Islam, hukum-hukum ibadah, muamalah, akhlak, perihal kemasyarakatan, perekonomian, hari kiamat, kebangkitan, hisab, surga, neraka, dan segala hal yang dibutuhkan manusia.
6. Rahmat Allah Swt bagi hamba-hamba-Nya
تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ﴿٢﴾هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ﴿٣﴾
Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (Q.S. Luqman: 1-2)
7. Cahaya yang menyingkap semua kegelapan dan menjelaskan semua hakikat
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ﴿١٥﴾يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ﴿١٦﴾
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Q.S. al-Maaidah: 15-16)
8. Pemberi kabar gembira dan peringatan
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا﴿٩﴾
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا﴿١٠﴾
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (Q.S. al-Isra': 9-10)
9. Obat penyakit hati dan jasmani bagi orang yang beriman
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا﴿٨٢﴾
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Q.S. al-Israa': 82)
Seluruh penyakit hati bermuara pada syubhat dan syahwat. Al-Qur'an adalah obat bagi keduanya. Di dalamnya terdapat berbagai penjelasan dan bukti nyata yang membedakan kebenaran dari kebatilan, sehingga hilanglah penyakit-penyakit syubhat yang merusak ilmu, imajinasi, dan persepsi, sehingga hati melihat segala sesuatu sebagaimana hakikat sebenarnya.
Al-Qur'an juga mengandung hikmah, nasihat yang baik berupa anjuran dan ancaman, ajakan zuhud terhadap nikmat dunia dan senang terhadap akhirat, mengandung perumpamaan-perumpamaan serta kisah-kisah yang berlimpah pelajaran dan hikmah, sehingga hilanglah penyakit-penyakit syahwat. Demikianlah Imam Ibnu al-Qayyim menjelaskan.
Di atas hanyalah beberapa keutamaan dari al-Qur'an yang begitu banyaknya. Ia adalah mukjizat dan ayat yang terbesar yang dikhususkan bagi Rasulullah Saw, yang tidak diberikan kepada Nabi-Nabi lainnya.
Dari segi lafazh, nazham (susunan kalimat), dan balaghah (sastra) tidak ada yang mampu mengunggulinya. Bahkan orang-orang yang fasih dan ahli sastra yang memusuhi Nabi pun dibuat terkagum-kagum meski hati mereka mengingkari.
Al-Qur'an adalah sumber kebangkitan ummat. Bangkitnya bangsa Arab dan tampil sebagai pemenang di kancah Internasional yang waktu itu didominasi oleh Romawi dan Persia, adalah karena Al-Qur'an. Dan keterpurukan ummat Islam saat ini adalah karena mereka meninggalkan Al-Qur'an. Maka, tidak ada jalan untuk bangkit dari keterpurukan ummat kecuali dengan kembali kepada al-Qur'an.
Mudah-mudahan ummat ini bisa kembali mengikuti jalan para pendahulunya, kembali mengakrabi al-Qur'an, agar ummat yang disifatkan di dalam al-Qur'an sebagai “khaira ummah” ini bisa mendapat limpahan barakah dari Allah Swt. Aamiin.
